Tel/WA: 0818.02775.999 / 0858.7889.7777 jogjarentcar@hotmail.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
Tel/WA: 0818.02775.999 / 0858.7889.7777 jogjarentcar@hotmail.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Candi Sukuh

Candi Hindu yang Exotic

Candi Sukuh

Candi ini ditemukan oleh arkeolog pada masa pemerintahan Gubernur Raffles tahun 1815. Usaha pelestarian komplek candi ini dilakukan oleh Dinas Purbakala sejak tahun 1917. Konon, candi ini didirikan pada abad ke 15 masehi semasa dengan pemerintahan Suhita, Ratu Majapahit yang memerintah pada tahun 1429-1446. Candi Sukuh merupakan candi Hindhu pada jaman Majapahit yang berlokasi di Jawa Tengah. Persisnya, candi ini terletak di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi Candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut.

Awalnya keberadaan candi ini menjadi hal yang kontroversial sebagai objek wisata karena terdapat beberapa arca atau patung yang menggambarkan alat reproduksi manusia. Selain itu bentuk Candi Sukuh ini terkenal sangat unik karena berbeda dengan candi Hindhu pada umumnya. Bentuk candi ini adalah trapesium dan mirip dengan candi peninggalan suku Maya.

Suasana sakral di area candi ini masih bisa Anda rasakan. Sebab masih banyak sesajen yang sengaja digeletakan di tiap sudut bangunan candi. Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 3.000 saja Anda bebas menyelami tiap sudut area candi. Tapi jangan berani nekat datang ke sana di saat siang hari. Anda tak bakal puas jalan-jalan ke semua area candi, sebab kabut cepat turun dan menutupi kawasan candi bersejarah ini. Berbeda dengan kebanyakan candi hindu, candi peninggalan kerajaan majapahit ini tidak menghadap kearah terbit matahari, melainkan kearah barat. Dari segi arsitektur pun tak seperti candi lain yang menyimbolkan gunung semeru, melainkan memiliki puncak piramida terpotong, selain itu terdapat teras bertingkat dengan satu anak tangga di tengah, serta sejumlah monolit dan patung besar yang mengelilinginya.

Menurut dugaan para ahli, Candi Sukuh dibangun untuk tujuan pengruwatan, yaitu menangkal atau melepaskan kekuatan buruk yang mempengaruhi kehidupan seseorang akibat ciri-ciri tertentu yang dimilikinya. Dugaan tersebut didasarkan pada relief-relief yang memuat cerita-cerita pengruwatan, seperti Sudamala dan Garudheya, dan pada arca kura-kura dan garuda yang terdapat di Candi Sukuh . Di sini anda akan disuguhi keindahan dari patung, arca, prasasti, serta relief-relief di sekitaran maupun di dalam candi.

Candi Sukuh memiliki tiga teras dan setiap teras anda akan disuguhi keunikan yang berbeda. Pada teras pertama merupakan gerbang utama untuk masuk candi kemudian dilanjutkan ke teras ke dua terdapat gapura yang sudah rusak dan tidak utuh lagi. Di samping kanan dan samping kiri gapura tersebut terdapat patung dwarapala yang merupakan patung penjaga gapura tersebut. Berjalan menuju teras ketiga maka anda bisa melihat terdapat pelataran yang lumayan besar tempat Candi Sukuh berada. Teras ke tiga ini merupakan teras terakhir dan yang paling utama.

Saat Anda menaiki anak tangga dalam lorong gapura, akan disuguhi relief yang bisa dibilang cukup erotis dan vulgar terpahat di lantai. Relief ini menggambarkan phallus yang berhadapan dengan vagina. Sebenarnya relief itu bukan vulgar atau porno, tapi relief ini adalah lambang kesuburan, ada filosofi yang terkandung di dalamnya. Relief tersebut sesungguhnya mengandung makna yang mendalam. Relief tersebut sengaja dipahat di lantai pintu masuk dengan maksud agar siapa saja yang melangkahi relief itu segala kotoran yang melekat di badan menjadi sirna sebab sudah terkena suwuk.

 

Info Penting

Jam Operasional
8:00 - 15:00
Harga Tiket Masuk Wisata
Domestik Rp.5.000 | Tourist Asing Rp.10.000
Alamat
Tambak, Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57793
Peta
Posting Candi Sukuh di Karanganyar

Tidak lengkap rasanya, apabila anda di kota Jogja. Melewatkan tempat-tempat wisata populer saat ini. Yogyakarta memiliki ratusan tempat wisata alam dan budaya yang tidak tertandingi keindahannya di Indonesia.

Pilihan Rental Mobil di Yogyakarta

Salam! Silakan tinggalkan pesan Anda, Customer Service kami siap untuk membantu.
Powered by